LANDASAN PENDIDIKAN
- Jelaskan Pengertian Pendidikan dalam arti luas dan sempit!
- Jelaskan Penegertian Pendidikan berdasarkan pendekatan Ilmiah! Dan berikan contohnya!
- Jelaskan Pendidikan berdasarkan Pendekatan Sistem!
- Dan silahkan jelaskan istilah pendidikan sepanjang hayat!
- Silahkan jelaskan Hakikat manusia dalam dimensi pendidikan!
JAWAB
- *Pengertian Pendidikan dalam arti luas adalah hidup. Yaitu segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Segala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu. Proses interaksi antara manusia sebagai individu atau pribadi dan lingkungan alam semesta, lingkungan sosial, masyarakat, sosial-ekonomi. *Pengertian Pendidikan dalam arti sempit adalah sekolah. Yaitu pengajaran yang diselenggarakan di sekolah sebagai lembaga pendidikan formal. Segala pengaruh yang diupayakan sekolah terhadap anak dan remaja yang diserahkan kepadanya agar mempunyai kemampuan yang sempurna dan kesadaran penuh terhadap hubungan-hubungan dan tugas-tugas sosial mereka. Proses interaksi antara pendidik dan peserta didik baik di keluarga, sekolah maupun di masyarakat.
- Pendidikan berdasarkan pendekatan ilmiah adalah pengertian pendidikan
yang dipandang berdasarkan satu disiplin ilmu tertentu, misalnya menurut
psikologi, sosiologi, politik, ekonomi, antrofologi, dan sebagainya. Berdasarkan pandangan psikologi pendidikan adalah suatu proses
pengembangan diri indiuvidu. Sosiologi memandang pendidikan sebagai
suatu proses menyiapkan individu agar menjadi warga masyarakat yang
diharapkan. Menurut pandangan politik, pendidikan adalah suatu proses
penyiapan warga Negara yang baik. Ekonomi memandang pendidikan
adalah penanaman modal dalam bentuk tenaga kerja terdidik. Antrofologi
pendidikan mengartikan pendidikan sebagai suatu proses pengembangan
manusia sebagai mahluk yang berbudaya.
Contoh pendekatan ilmiah, ada dua macam logika yang dipergunakan disini, yaitu deduktif dan induktif. Kesimpulan induktif dimulai dengan pengamatan mesin sehingga sampai pada kesimpulan umum. Misalnya, jika sepeda motor itu melintasi gundukan tanah kemudian mesinnya mogok, melintasi gundukan tanah lainnya kemudian mogok lagi, dan ketika melintasi gundukan tanah lainnya kemudian mogok lagi, sedangkan ketika melintasi jalan panjang yang halus, mesin tidak mengalami kemacetan tetapi ketika melintasi gundukan tanah yang keempat mesin itu mogok lagi, maka secara logis orang dapat menyimpulkan bahwa mesin itu disebabkan oleh gundukan tanah. Itulah induksi : cara berpikir berdasarkan pengalaman – pengalaman khusus menuju kebenaran umum. Itulah induksi : cara berpikir berdasarkan pengalaman – pengalaman khusus menuju kebenaran umum. Sedangkan deduktif adalah sebaliknya. - Pendidikan berdasarkan pendekatan sistem adalah suatu keseluruhan karya manusia yang terbentuk atas komponen-komponen yang saling berhubungan secara fungsional dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Pendidikan adalah suatu proses transformasi input menjadi output. Sistem pendidikan juga merupakan sistem buatan manusia yang bersifat terbuka, artinya sistem yang sengaja diciptakan manusia dengan mengambil input dari masyarakat dan memberikan out put-nya kepada masyarakat.
- Pendidikan Sepanjang Hayat dipahami sebagai sebuah konsep yang menyatakan bahwa proses pendidikan dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja tanpa dibatasi oleh usia. Artinya dimanapun manusia itu berada mereka akan terus belajar baik di lembaga formal, non formal maupun dalam kehidupan keluarga. Pendidikan Sepanjang Hayat bermakna bahwa di sepanjang kehidupan, manusia akan selalu membutuhkan proses pendidikan. Tujuan Pendidikan Sepanjang Hayat yaitu mengembangkan potensi manusia secara optimal dan menyelaraskan pendidikan wajib belajar dengan pengembangan kepribadian manusia. Melalui proses Pendidikan Sepanjang Hayat ini, manusia mampu meningkatkan kualitas kehidupannya secara berkesinambungan, mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi, serta mampu mengikut perkembangan masyarakat dan budaya untuk menghadapi tantangan masa depan dan mengubahnya menjadi peluang.
- 1. Dimensi individualitas, mengandung arti bahwa manusia itu adalah suatu
kesatuan yang tak dapat dibagi-bagi antara aspek jasmani dan rohaninya.
Manuia juga bersifat unik atau khas artinya berbeda antara manusia yang
satu dengan manusia lainnya baik secara fisik, psikis, maupun soaial.
2. Dimensi sosialitas, mengaudng bahwa manusia itu pada dasarnya adalah mahluk yang mampu bermasyarakat, memiliki kecenderungan untuk bekerja sama, bergotong-royong, dan saling tolong-menolong.
3. Dimensi Moralitas, mengandung arti bahwa manusia adalah mahluk yang memiliki keterikatan dengan nilai-nilai, norma-norma baik norma masyarakat, norma agama, norma hokum. Manusia memiliki kata hati artinya mampu membedakan hal yang baik dengan yang tidak baik.
4. Dimensi religiusitas, artinya manusia adalah mahluk yang memiliki kecenderungan untuk mengakui adanya zat yang supernatural atau memiliki keyakinan terhadap adanya yang Maha (Maha Esa, Maha Kuasa, Maha Besar).
5. Dimensi historisitas, artinya keberadaan manusia pada saat ini terpaut kepada masa lalunya, ia belum selesai mewujudkan dirinya sebagai manusia, ia mengarah ke masa depan untuk mencapai tujuan hidupnya.
6. Dimensi komunikasi, artinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya, manusia berinterkasi/berkomunikasi baik secara vertical (dengan Tuhannya) maupun secara horizontal (dengan sesame manusia dan alam semesta).
7. Dimensi Dinamika, artinya manusia tidak pernah berhenti, selalu dalam keaktifan, baik dalam aspek fisioligik maupun spiritualnya.
Komentar
Posting Komentar